Sunday, April 20, 2014

Alexander the Great - Ἀλέξανδρος ὁ Μέγας


Mari kita mulai cerita pertama yaitu cerita singkat tentang Alexander :)

--
Pella, Juli 356 SM – di tengah gempa, lahirlah Alexander, anak dari Phillip ll - Raja Macedonia dan Ratu Olympia. Sebelum lahir,  Raja Phillip bermimpi meletakkan sebuah segel berlambang singa ke atas perut Ratu Olympia yang sedang mengandung. Ratu pun juga bermimpi bahwa ada petir yang menyambar kandungannya. Menurut Arixstandos, peramal mesir, arti dari mimpi itu adalah Alexander akan menjadi seseorang yang kuat dan berkemauan keras seperti singa, dan akan berkuasa atas dua dunia..

Saat Alexander berusia 10 tahun, ada seorang pedagang kuda menawarkan seekor kuda kepadanya. Kuda hitam ini tidak mau ditunggangi oleh siapapun, tetapi Alexander berhasil menungganginya. Akhirnya kuda itu pun dibeli dan ia beri nama Bucephalus. Bucephalus bermata biru dan memiliki tanda bintang berwarna putih di dahinya :)

Alexander taming Bucephalus
by F. Schommer, German, late 19th century

Phillip mengutus filsuf  Yunani terkenal, Aristoteles untuk mengajar Alexander, di mana saat itu ia telah berusia 13 tahun. Aristoteles mengajari Alexander pengobatan, moral, filsafat, agama, logika, dan seni. Alexander sangat menyukai karya-karya sastra Hommer, terutama Illiad.

Aristotle and Alexander

Saat Alexander berumur 16 tahun, Phillip menikah lagi dengan perempuan lain.. Alexander pun marah dan mengamuk karena menganggap hal ini adalah penghinaan terhadap ibunya. Alexander melempar gelas ke arah kepalanya, lalu Phillip pun bangkit dan hendak berlari ke arah Alexander. Tapi tiba-tiba, entah karena terlalu marah atau terlalu mabuk, Phillip terjatuh ke lantai. Alexander lalu mencelanya, “Lihat itu. Pria yang bersiap untuk menyeberangi  Eropa menuju Asia, terjatuh hanya ketika hendak berpindah kursi!.”

“See there, said he “The man who makes preparation to pass out of Europe into Asia, overtuned in passing from one seat to another."

Pertengkaran keduanya begitu hebat sampai Alexander pun diasingkan. Setelah 6 bulan, akhirnya mereka pun berdamai. Tapi, hubungan mereka tidak pernah lagi seperti dulu..

Di suatu malam musim panas 336 SM, secara tiba-tiba Phillip dibunuh oleh Pausanias, yaitu pemimpin pasukan pengawalnya sendiri. Motif pembunuhan ini masih merupakan misteri..  tapi beberapa ahli sejarah percaya kalau pembunuhan ini diatur oleh ibunya, Olympias. Setelah kematian Phillip, otomatis Alexander yang saat itu baru berusia 20 tahun diangkat menjadi raja Macedonia..

Map of Alexander's empire and his route.

 Perjalanan Alexander
>> Troy
Perhentian pertamanya adalah Troya. Di sini, Alexander dan Hephaistion mengunjungi makam pahlawan masa kecilnya, Achilles.

>> Issus
Di tepi laut Mediterania, Macedonia berhadapan langsung dengan Persia yang dipimpin oleh Darius lll. 50.000 pasukan Macedonia melawan 600.000 pasukan Persia. Ini adalah perang dengan perbedaan kekuatan yang sangat berbeda. Tapi Alexander tetap percaya diri dan langsung menyerang dengan gagah berani. Darius kaget karena Alexander dapat mendekatinya dengan mudah. Karena panik, Raja Darius kabur. Peperangan pun dimenangkan oleh Alexander.

Battle of Issus (Left: Alexander, Right: Darius)

>> Tyre
Sebagian besar kota menyerah kepada Alexander, tapi Tyre tidak. Tyre melindungi kotanya dengan dinding besar yang sangat kokoh.  Setelah 7 bulan penuh akhirnya dinding berhasil diruntuhkan, 7000 orang Tyre dibantai, 30.000 orang dipenjara dan dijadikan budak, bahkan 2000 penduduk disalib...

>> Gaza
Alexander sangat penuh pengampunan jika musuh menyerah, tapi sangat kejam jika melawan.  Setelah berperang dengan Gaza selama 2 bulan, Batis, gubernur Gaza pun ditangkap. Tapi Batis tidak sudi untuk menyerah dan meludahi  Alexander. Karena hal ini, Alexander menghukum Batis dengan sangat keji. Ia mengikat Batis (dalam keadaan hidup-hidup) di belakang kuda dan menyeretnya sampai mati.
Karena kejadian ini, tentunya banyak kota menyerah dengan cepat…

>> Mesir
Setelah 2 tahun berperang, Alexander berkelana ke Mesir. Bangsa Mesir menyambut pasukan Alexander dengan baik karena dianggap sebagai pembebas Mesir dari Persia.  Di sana, Alexander diberi gelar Firaun dan dipuja bagai dewa. Alexander pun semakin yakin kalau dia adalah keturunan dewa..

>> Siwa
331 SM Alexander mengunjungi Siwa untuk bertemu peramal terkenal bernama Amasis. Ia sempat tersesat di gurun karena badai pasir. Tetapi legenda mengatakan ada 2 burung yang memandu mereka sampai ke tempat tujuan. Alexander menganggap itu adalah bantuan dewa kepadanya.
Alexander mendapat jawaban dari Amasis bahwa ia adalah anak Dewa Zeus Amon. Hal ini tentunya sangat membahagiakan hati Alexander. Tapi ini semua masih belum cukup untuk Alexander. Dia tetap bersikeras untuk membunuh musuh musuh bebuyutannya, Darius, untuk selamanya.

>> Gaugamela
Oktober 331 SM,  Alexander dengan 70.000 pasukannya melawan Darius yang membawa 200 kereta kuda, 40.000 Kavaleri & 200 pasukan gajah. Tetapi sekali lagi, Darius, Raja Persia melarikan diri. Darius yang melarikan diri ke timur, akhirnya malah dibunuh oleh jendralnya sendiri.

>> Babylonia
November 330 SM. Alexander menjadikan Babilonia markasnya, mengangkat orang-orang Persia menjadi Gubernur, dan juga mengharuskan memakai pakaian ala Persia dan hidup bagai orang Persia. Tentunya hal ini tidak disenangi oleh pasukan Yunani.  Puncaknya adalah saat Alexander berkata bahwa perbuatannya lebih hebat dari ayahnya. Cleitus, mendengar itu sangat marah, berteriak kepada Alexander: “Semua kemenanganmu ini karena ayahmu!” 

Alexander yang sangat marah, langsung  membunuh Cleitus dengan melempar tombak. Cleitus tewas seketika..  Alexander langsung tersadar dan sangat menyesali perbuatannya. Semua ini terjadi karena ketakutan Alexander yang sering tak terkendali….

The killing of Cleitus by Andre Castaigne (1898-1899)

>> India
Porus, Raja India memiliki pasukan yang mengerikan, yaitu 200 gajah perang. Ini adalah perang tersulit yang pernah dialami oleh Alexander dan pasukannya. Tetapi pasukan Macedonia yang marah terbukti merupakan pasukan tertangguh di dunia saat itu. Alexander berhasil memenangkan perang walaupun dengan jumlah korban yang tidak sedikit. India kalah dan menyerah. Tetapi secara mengejutkan, Alexander terkagum oleh keberaniannya, dan mengembalikan kerajaannya kepada Raja Porus.
Dalam perang ini, Bucephalus mati karena melindungi Alexander. Alexander yang sangat sedih kemudian mendirikan kota bernama Bucephalia di India untuk mengenangnya..

Surrender of Porus to the Vasileos king Alexander
an engraving by Alonzo Chappel, 1865

Setelah 8 tahun berperang, para pasukan sudah mencapai titik jenuh. Mereka menolak untuk pergi lebih jauh lagi.. dan Alexander pun terpaksa kembali..

Babylonia - 323 SM
Setelah berperang dan melakukan perjalanan panjang selama 8 tahun..  Alexander sakit secara misterius. Ia demam selama 11 hari, lalu akhirnya meninggal dunia di usia 32 tahun.. 

Usia nya mungkin memang tidak panjang. Tetapi ia memperoleh gelar "The Great" karena kesuksesannya yang tak tertandingi sebagai komandan militer. Seumur hidupnya, ia tidak pernah kalah dalam pertempuran, meskipun.. sering kalah jumlah dalam banyak pertempuran yang dia lakukan. Julius Caesar pun bahkan diam-diam bersedih saat ia berumur 32 tahun karena ia belum bisa mencapai apa yang sudah dicapai Alexander pada umur yang sama..


“To the strongest! –said Alexander
After being asked, by his generals on his deathbed, who was to succeed him.

 

No comments :

Post a Comment